Senin, 11 Desember 2017

DASAR SISTIM PENGAPIAN ELEKTRONIK

Mengenal SISTIM PENGAPIAN ELEKTRONIK

Perbedaan utama antara pengapian elektronik dengan yang menggunakan kontak poin adalah pada bagian rangkaian primer. Kontak poin digantikan oleh pembangkit sinyal elektronik dan sebuah unit pengendali pengapian elektronik. Pembangkit sinyal digunakan untuk memberikan impuls listrik untuk memberikan sinyal saat pengapian pada unti pengendali pengapian elektronik. Unit pengendali akan mensaklarkan rangkaian primer pengapian sebagai sinyal oleh pembangkit sinyal.

Keuntungan sistem pengapian elektronik
-      Tidak menggunakan kontak poin.
-      Tidak memerlukan perawatan kontak poin.
-      Sudut Dwell ditetapkan oleh unit pengapian.
-      Saat pengapian lebih tepat.
-      Percikan bunga api lebih besar dan lebih lama sangat berguna untuk mengendalikan emisi gas buang.

Untuk mengetahui lebih lanjut simak uraian berikut ini

1.    Sistem Pengapian Semi Elektronik
Sistem pengapian semi elektronik adalah sistem pengapian yang proses pemutusan arus primer koil menggunakan transistor, tetapi masih menggunakan kontak pemutus sebagai pengontrol kerja transistor. Pada sistem ini kontak pemutus hanya dilewati arus yang sangat kecil sehingga tidak terjadi percikan api pada kontakkontaknya dan efek baiknya adalah kontak pemutus awet dan tidak cepat aus. Kontak pemutus ini hanya digunakan untuk mengalirkan arus basis pada transistor yang sangat kecil jika dibandingkan dengan langsung digunakan untuk memutus arus primer koil seperti pada sistem pengapian konvnesional.

Apabila kontak pemutus tertutup, maka arus dari positif baterai mengalir ke kaki emitor E transistor, ke kaki basis B, ke kontak pemutus, kemudian ke massa. Aliran arus ke kaki basis ini menyebabkan transistor ON sehingga kaki emitor dan kolektor dari transistor terhubung. ON-nya transistor ini menyebabkan arus mengalir juga (perhatikan gambar di bawah) dari baterai ke kaki emitor E, ke kaki kolektor C, ke kumparan primer koil, kemudian ke massa. Aliran arus ini menyebabkan terjadinya medan megnet pada koil.

Cam selalu berputar pada saat mesin hidup, sehingga pada saat tertentu cam akan mendorong kontak pemutus. Dorongan cam ini menyebabkan kontak terbuka dan arus primer koil dengan cepat terhenti sehingga medan magnet yang tadi terbentuk dengan cepat hilang. Perubahan garis-garis gaya magnet yang sangat cepat ini menyebabkan terjadinya tegangan tinggi pada kumparan sekunder koil yang kemudian diteruskan ke busi melalui distributor.
Dengan demikian pada elektroda busi akan terjadi percikan bunga api yang digunakan untuk membakar campuran udara bahan bakar di dalam ruang bakar.

2.    Sistem Pengapian Full Elektronik
Sistem pengapian full elektronik adalah pengembangan dari sistem pengapian semi transistor. Pada sistem pengapian semi transistor sinyal untuk memicu kerja transistor berasal dari kontak pemutus sedangkan pada sistem pengapian full transistor sinyal pemicu kerja transistor berasal dari sinyal generator yang menghasilkan tegangan ON dan OFF.

Rangkaian elektronik pada sistem pengapian ini terbagi menjadi tiga bagian, yaitu bagian penghasil pulsa (pulse generator), bagian penguat pulsa (amplifier), dan bagian transistor daya yang berfungsi sebagai saklar. Generator pulsa berfungsi untuk menghasilkan sinyal tegangan untuk mengontrol kerja transistor. Sinyal tegangan ini biasanya dihasilkan dari beberapa macam, yaitu tipe induktif (medan magnet dan kumparan), tipe efek Hall (semikonduktor dan magnet), dan model infra merah atau model cahaya. Sinyal tegangan yang dihasilkan masih sangat lemah sehingga tidak bisa langsung dimanfaatkan untuk memicu kerja transistor sehingga perlu dikuatkan olah bagian penguat. Sinyal tegangan yang sudah kuat kemudian digunakan untuk memicu transistor sehingga dapat bekerja ON dan OFF untuk mengalirkan dan memutus arus primer koil.

A.  Tipe Induktif
Sistem pengapian dengan pembangkit pulsa model induktif terdiri dari penghasil pulsa, ignitier, koil, distributor dan komponen pelengkap lainnya. Sistem pembangkit pulsa induktif terdiri dari kumparan pembangkit pulsa (pick up coil), magnet permanen, dan rotor pengarah medan magnet. Secara sederhana rangkaian sistem pengapian ini digambarkan seperti skema berikut.

1)   Pada saat mesin mati
Pada saat kunci kontak ON arus mengalir menuju titik P. Besarnya tegangan pada titik ini (yang diatur oleh pembagi tegangan R1 dan R2) berada di bawah tegangan basis yang diperlukan untuk mengaktifkan transistor (melalui pick up coil). Hal ini menyebabkan transistor tidak aktif (OFF) selama engine mati sehingga tidak terjadi aliran arus pada kumparan primer koil.
2)   Pada saat mesin hidup
Saat mesin sudah hidup, rotor sinyal berputar (mendekati pick up coil) dan menyebabkan terjadinya pulsa tegangan AC pada pick up coil. Bila tegangan yang dihasilkan adalah positif, maka tegangan ini ditambahkan dengan tegangan yang terdapat pada titik P sehingga tegangan di titik Q naik dan besarnya melebihi tegangan basis transistor. Adanya arus basis ini menyebabkan transistor menjadi aktif (ON) sehingga kaki kolektor dan emitornya terhubung yang menyebabkan arus dari baterai mengalir ke kunci kontak, ke kumparan primer koil, ke kaki kolektor, ke emitor, kemudian ke massa. Aliran arus ke kumparan primer koil ini menyebabkan terjadinya medan magnet pada koil. Rotor selalu berputar, sehingga pada saat gigi rotor meninggalkan pick up coil terjadi tegangan AC dengan polaritas berbeda (negatif). Tegangan ini jika ditambahkan dengan tegangan yang terdapat dalam titik P menjadi tegangan yang besarnya di bawah tegangan kerja transistor. Akibatnya adalah transistor menjadi tidak aktif (OFF) dan antara kaki kolektor dan emitor transistor menjadi tidak terhubung. Hal ini menyebabkan aliran arus primer dengan cepat berhenti dan medan magnet pada koil dengan cepat berubah (collapse). Perubahan garis gaya magnet dengan cepat ini menyebabkan terjadinya tegangan induksi pada kumparan sekunder. Tegangan tinggi ini diteruskan ke distributor dan dibagikan ke tiap-tiap busi sesuai dengan urutan penyalaan (firing order).

B.     Tipe Half Effect
Pembangkit pulsa untuk mengaktifkan power transistor dengan model hall effectdigambarkan sebagai berikut:
Apabila bahan semikonduktor dialiri arus listrik dari sisi kiri ke kanan dansemikonduktor tersebut berada dalam suatu medan magnet, maka pada arah tegak lurus terhadap aliran arus itu akan timbul tegangan yang disebut dengan tegangan Hall Vh (Hall adalah nama ilmuwan yang meneliti fenomena tersebut). Apabila medanmagnet yang berada di sekitar semikonduktor tersebut dihilangkan, maka tegangan yang tegak lurus terhadap aliran arus itu juga akan hilang. Pada gambar 9.45, medan magnet dihalangi oleh plat logam sehingga tidak melewati semi konduktor, dalam hal ini Vh = 0. Bila bilah logam dihilangkan, maka medan magnet dapat melewati semikonduktor dan Vh ≠ 0. Bila bilah logam itu secara teratur melintasi medan magnet maka pada tegangan Hall akan muncul dan hilang membentuk pulsa tegangan kotakkotak. Pulsa inilah yang digunakan untuk mentriger rangkaian transistor untuk memutus dan mengalirkan arus primer koil.


C.    Sistem Pengapian Model Iluminasi / Cahaya
Pada sistem pengapian iluminasi, cahaya dimanfaatkan untuk mengaktifkan dan menonaktifkan phototransistor sehingga menghasilkan sinyal yang kemudian diperkuat oleh bagian amplifier untuk power transistor. Pada saat power transistor ON, arus mengalir melalui kumparan primer koil sehingga terbentuk medan magnet pada koil. Pada saat transistor OFF, arus primer terputus sehingga medan magnet dengan cepat hilang yang menyebabkan terjadinya induksi tegangan tinggi pada kumparan sekunder koil.

Sumber cahaya bisanya berasal dari dioda bercahaya yang menghasilkan sinar infra merah, dan cahaya tersebut diterima oleh phototransistor yang dapat aktif atau bekerja apabila terkena cahaya. Untuk menghalangi cahaya agar phototransistor OFF, digunakan rotor yang berbentuk bilah-bilah dengan lebar coakan / celah sebesar sudut dwell. Bila cahaya tidak terhalangi dan mengenai phototransistor, (hal ini identik dengan saat kontak pemutus tertutup pada sistem pengapian konvensional), atau saat terjadi aliran arus pada kumparan primer koil. Saat cahaya terhalangi oleh bilah rotor, identik dengan kontak pemutus terbuka dan arus primer koil terputus.

D.    Sistem Pengapian CDI
Kepanjangan dari CDI adalah Capasitive Discharge Ignition, yaitu sistem pengapian yang bekerja berdasarkan pembuangan muatan kapasitor. Konsep kerja sistem pengapian CDI berbeda dengan sistem pengapian penyimpan induktif (inductive storage system). Pada sistem CDI, koil masih digunakan tetapi fungsinya hanya sebagai transformator tegangan tinggi, tidak untuk menyimpan energi. Sebagai pengganti, sebuah kapasitor digunakan sebagai penyimpan energi. Dalam sistem ini kapasitor diisi (charged) dengan tegangan tinggi sekitar 300 V sampai 500 V, dan pada saat sistem bekerja (triggered), kapasitor tersebut membuang (discharge) energinya ke kumparan primer koil pengapian. Koil tersebut menaikan tegangan (dari pembuangan muatan kapasitor) menjadi tegangan yang lebih tinggi pada kumparan sekunder untuk menghasilkan percikan api pada busi. Saat bekerja, kapasitor dalam sistem pengapian ini secara periodik diisi oleh bagian pengisi (charging device) dan kemudian muatannya dibuang ke kumparan primer koil untuk menghasilkan tegangan tinggi

Secara sederhana sistem pengapian CDI digambarkan dengan skema seperti pada gambar di atas, dan rangkaian tersebut jika dikelompokkan menjadi elemenelemen yang lebih kecil sesuai dengan kerjanya masing-masing maka dapat dikelompokkan menjadi enam blok seperti pada gambar. Keenam bagian utama dari sistem pengapian CDI tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
a.    Converter DC ke DC.
Bagian ini berfungsi untuk mensuplai tegangan untuk pengisian kapasitor. Bagian ini pada prinsipnya terdiri dari rangkaian pengubah arus searah (DC) dari baterai menjadi (seolah-olah) arus bolak-balik (AC) dengan rangkaianflip-flop. Arus AC yang dihasilkan kemudian dinaikan tegangannya oleh transformator step up menjadi sekitar 300 sampai 500 Volt dan kemudian disearahkan kembali dengan dioda sistem jembatan. Tegangan tinggi inilah yang digunakan untuk mengisi kapasitor. Secara sederhana dapat dijelaskan bahwa bagian ini berfungsi untuk mengubah arus DC menjadi AC kemudian dinaikan tegangannya dan kemudian disearahkan kembali menjadi DC.
b.    Kapasitor berfungsi untuk menyimpan energi listrik yang disuplai oleh Konverter DC ke DC.
c.    Generator pulsa berfungsi sebagai pemicu (trigger) atau penghasil sinyal untuk mengaktifkan thyristor.
d.   Penguat pulsa (Amplifier) berfungsi sebagai penguat sinyal yang dihasilkan oleh bagian pembangkit sinyal sehingga sinyal tersebut cukup kuat untuk mengaktifkan thyristor.
e.    Saklar thyristor (Thyristor switch)  berfungsi untuk mengalirkan energi dari kapasitor ke koil pengapian. Thyristor ini merupakan komponen semikonduktor yang akan bekerja (ON) oleh adanya pulsa tegangan pada kaki gate-nya. Pada saat distributor berputar, pulsa tegangan dihasilkan olehpick up coil. Pulsa ini dikuatkan oleh amplifier untuk kemudian meng-ON-kan thyristor. Pada saat ON inilah kapasitor mengeluarkan energinya ke kumparan primer koil. Kemudian thyristor kembali OFF dan kapasitor terisi kembali.
f.     Koil  berfungsi sebagai transformator yang menghasilkan tegangan tinggi untuk disalurkan ke busi

Kamis, 07 Desember 2017

Yamaha N-Max 2018 Akan Gunakan Suspensi Tabung & Velg Emas

Speedo | Untuk akhir tahun 2017 persaingan untuk pasar Maxi Skutik merupakan arena tersendiri untuk vendor mobil, dan segmen ini termasuk paling panas untuk dua pabrikan motor yang punya basis besar di Indonesia, yaitu Honda dan Yamaha. Beberapa waktu yang lalu  Honda sudah memukul genderang perangnya dengan memunculkan teaser Honda PCX 150 lokal, dan itu dijawab pihak Yamaha yang tentunya akan melepaskan produk serupa dengan serius.

Yap, dengan teaser yang diunggah oleh pihak Astra Honda Motor (AHM), maka ada kepastian bahwa Honda PCX 150 Lokal akan segera hadir di tanah air, dan tentunya pasar Maxi Skutik yang selama ini dirajai oleh Yamaha N-Max 155 akan terganggu. Pihak Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) sendiri dikabarkan memiliki versi terbaru dari Yamaha N-Max 155. Bahkan sebulan lalu, kabarnya model terbaru dari Yamaha N-Max 155 akan mampir di EICMA 2017, namun hal tersebut tak terjadi. Sepertinya phak Yamaha yang sudah mendengar sayup – sayup kehadiran lawan dari Honda memilih untuk wait and see.

Dan mendekati peluncuran Honda PCX 150 Lokal yang dikabarkan pada akhir tahun ini atau awal tahun depan, pihak YIMM mulai memberikan langkah antisipasinya. Yap, pihak YIMM sudah mulai mendistribusikan Yamaha N-Max 2018 yang terekspose ke publik karena memiliki beberapa ubahan yang kasat mata. Beberapa pecinta otomotif sempat mengabadikan Yamaha N-Max 2018 yang diangkut di truk, dan di foto tersebut terlihat apa – apa saja yang berubah di Yamaha N-Max 2018 ini. Yang jelas, kini Yamaha N-Max 2018 memiliki warna baru, yaitu warna biru ala – ala candy yang terlihat ngejreng.

Selain itu, bagian lain yang langsung terekspose adalah tabung suspensi dari Yamaha N-Max 2018. Sudah rahasia umum bahwa Yamaha N-Max 155 memiliki suspensi yang kurang memanjakan penggunanya karena karakternya yang cenderung keras dan tak sesuai dengan segmennya yang menjurus ke tourer scooter. Namun dengan adanya suspensi baru dengan tabung gas berwarna emas, maka kita bisa sedikit berharap jika nantinya Yamaha N-Max 2018 bisa lebih proper dalam hal bantingan suspensi. Selaint sektor suspensi, velg juga mendapatkan sentuhan dari pihak YIMM di Yamaha N-Max 2018 ini. Velg dari Yamaha N-Max 2018 menggunakan warna emas, hmm ikut – ikut skutik sebelah? Ah lupakan.

Yamaha N-Max 2018 dikabarkan akan meluncur lebih cepat, yaitu pada minggu ini, dan tentunya kehadirannya akan memberikan gangguan pada Honda yang sudah mempersiapkan Honda PCX 150 lokal. AHM sendiri seharusnya bisa tenang asal produk mereka lebih worth to buy dibandingkan dengan Yamaha N-Max 2018, namun selubung mengenai Honda PCX 150 lokal masih tersembunyi rapat. Bagaimana kalau prediksi kalian? Yuk sampaikan pendapat kalian kawan, seru nih segmen maxi skutik.

Jumat, 09 Oktober 2015

Surga Spare Parts Bekas di Cibubur

Speedo, Bogor| Jalan Raya Bogor Km 27, Cibubur, jadi lokasi yang ideal untuk mencari sparepart motor bekas. Dengan 40-an kios yang berdiri, tempat ini menyediakan hampir semua yang bikers butuhkan.
Tapi, hal tersebut tidak lantas bisa memenuhi kebutuhan seandainya bikers ingin membangun satu motor utuh. Sebab yang tersedia di sini hanyalah bagian luar motor, bukan bagian mesin apalagi jeroannya. Di sini memang paling banyak overbody. Kalau buat mesin seperti blok, jarang ada yang jual, apalagi gigi-gigi. Jadi kalau mau bangun motor mengandalkan part dari sini tidak bisa," ujar Dedi, salah satu penjual

Salah satu pemilik kios tersebut adalah Dedi. Menempati kios nomor 43, Dedi mengatakan bahwa selain bekas, sparepart yang ada di sini juga ada yang baru, atau juga rekondisi. "Tapi sparepart bekas memang paling banyak. Ada juga rekondisi dan baru," ujarnya, Jumat (9/10/2015).

Terpantau, beberapa barang yang dijajakan adalah knalpot, velg, hingga paling banyak adalah cover body, mulai dari tutup lampu Beat, body samping Vario, hingga sayap Supra. "Kalau buat mesin, kayak blok, di sini memang jarang yang jual, apalagi gigi-gigi," tambahnya.

Harganya pun beragam. Tetapi, rata-rata sparepart bekas dijual dengan harga setengah dari aslinya. "Tergantung kondisi barangnya. Kalau catnya masih halus, lumayan. Tapi kalau sudah luntur ya murah," tambahnya.

Ia mencontohkan, tameng lampu Beat harganya Rp 80 ribu. Sementara yang baru harganya Rp 150 ribu. "Kalau shock bebek lansiran 2005 ke atas Rp 150 ribu. Aslinya bisa Rp 300 ribu," tambahnya. Ia mengatakan, harga tersebut bukanlah harga mutlak. "Ya, bisa tawar menawar juga," imbuh Dedi.

Selain menjual, sentra sparepart motor bekas ini juga melayani tukar tambah. "Itu harganya bisa lebih miring lagi," Imbuh pria asal Tasikmalaya yang telah berjualan sejak tahun 2000 ini.

Bagi Anda yang tertarik berburu sparepart bekas, semua kios yang ada di tempat ini rata-rata buka dari pukul 08.00 pagi hingga 15.00 sore.

Rabu, 07 Oktober 2015

Yamaha YZF-R1 Versi Murah dengan Varian R1S

Speedo, California - Pabrikan Yamaha untuk kesekian kali harus berasing dengan vendor lain untuk menghasilkan produk murah agar bisa bersaing di konsumennya dan untuk itu pabrikan ini secara resmi meluncurkan versi murah dari keluarga YZF-R1 yang dinamai R1S. Peluncuran ini ditandai dengan penjualan yang dipublikasikan dalam website Yamaha Amerika Serikat.

Peluncuran R1S ini menyusul model R1 dan R1M yang diluncurkan pada April 2014. Saat itu, Yamaha juga mendaftarkan nama R1S sebagai merek dagang di AS.

Hadir sebagai versi murah, tentu Yamaha akan mengurangi spesifikasi dari R1S. Dilansir Visordown, Rabu (7/10/2015), tidak seperti dua saudaranya yang menggunakan material titanium, model S ini menggunakan conrod dan header knalpot berbahan baja.

Lebih lanjut, Yamaha memilih bahan alumunium untuk velg dan tutup mesin menggantikan magnesium yang digunakan pada versi R1 dan R1M. Alhasil, bobot R1S lebih berat 4 kilogram dari R1.

Di luar itu, Yamaha juga melucuti peranti quick shifter untuk perpindahan transmisi. Namun demikian, peranti inertial measurement unit (IMU) tetap dipertahankan untuk menjaga kontrol traksi.

Perubahan mekanis ini dikatakan membatasi putaran mesin. Agar tidak terkesan motor murah, Yamaha tidak memasang stiker 'S' pada moge bermesin 1.000 cc ini.

Menyoal harga, Yamaha melepas R1S di AS dengan banderol US$ 14.990 atau sekira Rp 208,9 jutaan. Harga ini lebih murah US$ 2 ribu atau sekira Rp 27,86 jutaan dari R1 standar.

(Nug|Speedo)

Model KTM 1290 Super Duke Tampil Gagah

Speedo Vienna | Untuk mendaptkan hati di penggemarnya barau-baru ini KTM merilis beberapa Gambar yang mengisyaratkan akan tampilan  model terbaru 1290 Super Duke versi produksi. Beberapa komponen  seperti tangki maupun shroud terbungkus kamuflase untuk menutupi identitas aslinya.

Motor besutan Mattighofen tersebut mengandalkan mesin berkapasitas 1.301 cc V-twin dengan sistem pembakaran yang jauh lebih baik. Nantinya, motor ini akan hadir dengan dua pilihan grafis, yakni dominan hitam dan tampilan yang lebih sporty.

Dilansir Autoevolution, Kamis (8/10/2015), motor ini diklaim sudah memenuhi standar uji emisi Euro 4. Motor ini menawarkan tiga jenis mode, yaitu sport, street, dan rain. Super Duke GT dibekali dengan teknologi suspensi 4 jalur yang dapat disesuaikan dan kendali stabilitas motor.

Secara garis besar KTM Super Duke 1290 GT memiliki konstruksi dan komposisi yang terinspirasi dari Super Duke R. Motor ini rencananya mulai dipamerkan saat EICMA 2015, di Italia pada bulan depan.

(Yenny|Speedo)

Tips Memilih Bola Lampu HID, Led dan Halogen

Speedo | Untuk melengkapi modifikasi kendaraan anda agar tampak ciamik terkadang kita harus menghadapi dilema dalam memilih bola lampu yang kita inginkan. Autovision mecoba membuktikan keunggulan produknya kepada publik kesempatan berbeda.
Melalui event BCA Autoshow bertema ‘Smart Car For Smart people’ Autovision mencoba memberikan edukasi dengan cara mengkoparasi sejumlah produk lampu. Tahun ini Autovision membedah 3 jenis lampu yang menjadi unggulan Autovision, HID, LED dan Halogen.
CV Sampurna Part Niaga (SPN) selaku distributor tunggal lampu after market Autovision (SPN) menyediakan tiga unit kendaraan (Toyota Innova & Avanza) yang telah diaplikasikan lampu HID, LED dan Halogen Autovision.
"Kami sengaja melakukan komparasi antara HID, LED dan Halogen supaya masyarakat pengguna mobil bisa mendapatkan rujukan lampu pengganti lampu standar sesuai dengan kebutuhan dan peruntukannya. Tentu ketiganya memiliki keunggulan masing-masing," papar Andre Chrispian, General Manager SPN.
Saat dicoba pada jalan yang minim penerangan, terlihat ketiga produk Autovision mampu memberikan intensitas cahaya mumpuni, yang sesuai dengan karakter masing-masing lampu. Secara umum ketiganya memiliki jangkauan lampu yang optimal hingga jarak tidak kurang dari 20 meter kedepan (low beam).
Halogen Autovision dengan karakter warna lampu kekuningan dengan variasi pilihan warna cahaya mulai dari 3000, 3300 hingga 5000 kelvin yang sesuai dengan standar pabrikan mobil, mampu menerangi kondisi jalan yang gelap gulita.
Untuk HID Autovision yang terdiri dari pilihan tipe HID Carbon Series 5500 kelvin) Zenith Series (3000, 3800, 4300, 6000 dan 8000 kelvin), dan HID Tuner (pilihan kelvin sama dengan Zenith) bisa memancarkan warna putih kekuningan yang lebih pekat dengan jangkauan sinar lebih jauh 10 meter dibandingkan Halogen.
Sementara LED Autovision 6000 kelvin, terlihat jelas memancarkan sinar warna putih dengan jangkauan yang tidak jauh berbeda dengan jenis lampu Halogen.
HID Autovision Carbon sendiri dijual dengan harga Rp 1,85 juta sampai Rp 2,1 juta dan bergaransi 3 tahun. Sedangkan HID Carbon dibanderol mulai harga Rp 1,45 juta hingga Rp 1,7 juta, dan HID Tuner dijual dari Rp 1 juta - Rp 1,25 juta dengan masa garansi hingga 2 tahun.
Untuk line up LED Autovision dijual Rp 1,77 juta - Rp 1,94 juta (tipe Carbon), dan Rp 1 juta - Rp 1,16 juta dengan garansi hingga 1 tahun. Sedangkan Halogen Apex-3R Autovision terbilang cukup ekonomis dengan harga mulai Rp 55 ribu hingga Rp 120 ribu dengan 3 pilihan, yakni Rainbow, All Weather, Diamond Blue dan Ecobright), lalu untuk tipe lampu halogen Superbeam dijual dengan harga Rp 13 ribu hingga Rp 31 ribu/pcs.
Meskipun HID memiliki range harga jual tertinggi dari seluruh pilihan lampu Autovision namun Autovision berani memberikan garansi lebih lama, begitupun dengan LED Autovision. Jika merujuk pada kebutuhan penggunaan mobil sehari-hari, tingkat intensits penggunaan dalam kota ataupun luar kota tentunya menjadi perhitungan juga.
"Yang masih menjadi pertanyaan adalah di jenis lampu LED yang bercahaya putih. Bila kekhawatiran atas optimasi performa saat hujan turun, bisa diantisipasi dengan menggabungkan foglamp 3000 sampai 4000 kelvin," ujar Andre.

Selasa, 06 Oktober 2015

Giorno Produk Skutik Honda Terbaru

Honda, Jepang | Penguatan pasa honda tidak hanya di luar negeri, untuk manjakan konsumennya Honda juga terus memperkuat segmen skutik yang dilepas di pasar domestik Jepang dengan meluncurkan penyegaran untuk model Giorno. Skutik bergaya Italia ini didesain dengan tema bulat imut.
Dilansir Responsejp, Selasa (6/10/2015), skuter ini ditujukan untuk menyasar sisi fashionmelalui banyaknya pilihan warna yang disediakan pabrikan. Selain itu, Giorno menawarkan kenyamanan untuk penggunaan sehari-hari.
Pada penyegarannya kali ini, Honda melengkapi Giorno dengan fasilitas soket sebagai perlengkapan standar. Nantinya, skuter ini mengalami transfer produksi dari pabrik China ke Kumamoto factory di Jepang.
Untuk dapur pacu, Honda membekali Giorno dengan mesin empat tak satu silinder berkapasitas 50 cc yang didukung pengabut bahan bakar PGM-FI. Tak luput, teknologi skutik terkini andalan Honda seperti eSP dan Idling Stop System juga dijejali pada Giorno.
Konsumsi BBM pada Giorno mampu mencapai 80 km/liter jika dijalankan pada kecepatan 30 km/jam secara konstan.
Skutik ini akan resmi diperkenalkan Honda ke publik pada 16 Oktober mendatang. Adapun harga jualnya dibanderol 189 ribu Yen atau sekira Rp 22,33 jutaan.
Cukup murah, kapan bisa dijual di Indonesia